Kamis, 22 Maret 2012

seni rupa


Dalam bahasa Sansekerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, kata jadinya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda, ia berarti pewarnaan yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriyaan yang artistik. Cilpasastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah  kesenian adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang (seniman).
            Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah teknik craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu. Artes juga berarti  kelompok arang-orang yan memiliki ketangkasan atau kemahiran. Ini berarti, artista bisa disamakan dengan cilpa.

II. CABANG-CABANG SENI
Seni secara garis besarnya terbagi menjadi 4 macam, yaitu seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni bermain peran atau seni teater.
  1. Seni rupa
Seni rupa adalah seni yang memiliki wujud pasti dan tetap dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan dalam bentuk gambar, grafis, kerajinan tangan, kriya, dan mmultimedia.
Definisi seni rupa menurut beberapa ahli
1)      Herbert Read, seni adalah aktivitas menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan.
2)      Prof.Drs. Suwaji Bastomi menyatakan seni sebagai aktivitas batin dengan pengalaman estetis yang dinyatakan dalam bentuk agung yang memiliki daya pembangkit rasa takjub dan haru .
3)      Ki Hajar Dewantara, seni merupakan segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya yang bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia
4)      Ahdiat Karta Miharja seni adalah kegiatan rohani manusia yang mereflesi realita (kenyataan) dalam suatu karya yang berkas bentuk dan isinya   yang mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentudalam alam rohani si penerimanya

  1. Seni musik 
Unsur utama seni musik adalah bunyi dan unsur lainnya dalam bentuk harmoni, melodi, dan notasi musik merupakan perwujudan sarana yang diajarkan. Media seni musik adalah vokal dan intrumen. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik barat dan alat musik tradisonal, seperti seruling, gambang, rebana, kecapi dll. Jenis alat musik barat antara lain piano, gitar, saksofon,dll.

  1. Seni Teater
Kompetensi dasar bidang seni teater mecakup kemampuan memahami dan berkarya teater. Kemampuan memahami dan membuat naskah, kemampuan memahami peran dalam bercasting. Jadi seni teater adalah seni bermain peran di atas panggung dan disaksikan oleh penonton.
  1. Seni Tari
Seni tari adalah media ungkapan gerak. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengomunikasikan maksud-maksud tertentu  dari koreografer. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasaan, kebahagiaan, baik dari koreografer, peraga, dan penikmat atau penonton.
III. SENI RUPA
3.1 PENGERTIAN SENI RUPA
Seni rupa  adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep seni rupa secara keseluruhan. Konsep seni rupa tersebut merupakan unsur-unsur pembentuk karya seni rupa yang terdiri atas garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika atau nilai seni. Unsur-unsur tersebut yang tergabung dengan sempurna bukanlah  sekadar kumpulan atau akumulasi bagian-bagian yang tak berana akan tetapi dibuat dengan prinsip yang tepat. Makna bentuk karya seni tidak ditentukan oleh kuantitas karya yang dihasikan akan tetapi kualitasnya yang menentukan kebermaknaannya.

3.2 CABANG SENI RUPA
Seni rupa merupakan seni yang bisa dinikmati dengan indra penglihatan saja. Berdasarkan arah pandang penikmat melihat karya, seni rupa dapat dibagi menjadi dua macam yang terdiri atas
1.        Karya Seni Rupa 2 Dimensi
Karya seni rupa dua (2) dimensi atau dwimatra adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja.
Contohnya, seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagainya.


a.                             Seni Lukis(Seni Rupa Murni)

            http://eka.web.id/wp-content/uploads/2010/08/mooi-indie-painting.jpegContoh Lukisan Pemandangan Alam
 Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

            Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.

E    Sejarah Umum Seni Lukis

1.             Zaman Prasejarah
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.
Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).
Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya.
Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.

2.             Seni Lukis Zaman Klasik
Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:
Ä  Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
Ä  Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),
Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal.

3.             Seni Lukis Zaman Pertengahan
Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan, seni lukis mengalami penjauhan dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sihir yang bisa menjauhkan manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Akibatnya, seni lukis pun tidak lagi bisa sejalan dengan realitas.
Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme, bukan realisme. Sehingga sulit sekali untuk menemukan lukisan yang bisa dikategorikan "bagus".
Lukisan pada masa ini digunakan untuk alat propaganda dan religi. Beberapa agama yang melarang penggambaran hewan dan manusia mendorong perkembangan abstrakisme (pemisahan unsur bentuk yang "benar" dari benda).

4.             Seni Lukis Zaman Renaissance
Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ilmuwan dan budayawan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerah semenanjung Italia sekarang. Dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze terhadap ilmu pengetahuan modern dan seni membuat sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru Eropa. Seni rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik. Sains di kota ini tidak lagi dianggap sihir, namun sebagai alat baru untuk merebut kembali kekuasaan yang dirampas oleh Turki. Pada akhirnya, pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga Eropa Timur.

Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah:
Art nouveau
Revolusi Industri di Inggris telah menyebabkan mekanisasi di dalam banyak hal. Barang-barang dibuat dengan sistem produksi massal dengan ketelitian tinggi. Sebagai dampaknya, keahlian tangan seorang seniman tidak lagi begitu dihargai karena telah digantikan kehalusan buatan mesin. Sebagai jawabannya, seniman beralih ke bentuk-bentuk yang tidak mungkin dicapai oleh produksi massal (atau jika bisa, biaya pembuatannya akan menjadi sangat mahal). Lukisan, karya-karya seni rupa, dan kriya diarahkan kepada kurva-kurva halus yang kebanyakan terinspirasi dari keindahan garis-garis tumbuhan di alam.

ALIRAN SENI LUKIS
Kubisme
Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.
Romantisme
Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.
Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.
Plural painting
Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep PLURAL PAINTING. Artinya, untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi mempergunakan idiom-idiom yang bersifat: multi-etnis, multi-teknik, atau multi-style.
Seni lukis daun
Adalah aliran seni lukis kontemporer, dimana lukisan tersebut menggunakan daun tumbuh-tumbuhan, yang diberi warna atau tanpa pewarna. Seni lukis ini memanfaatkan sampah daun tumbuh-tumbuhan, dimana daun memiliki warna khas dan tidak busuk jika ditangani dengan benar. senidaun.wordpress.com

Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia.
Pelukis Matthias Grünewald dan El Greco bisa disebut ekspresionis.
 
Contoh karya yang berlaliran EkspresionisPortrait of Eduard Kosmack oleh Egon Schiele

b.      Seni Desain
Desain merupakan kegiatan reka letak atau perancangan. Hampir semua karya seni rupa melalui proses perancangan sebelum diproduksi atau diwujudkan dalam bentuk jadi yang sesungguhnya. Tetapi, pengertian desain saat ini lebih sering digunakan untuk menunjukkan proses perancangan karya-karya seni rupa terapan (useful art). Beberapa jenis desain yang dikenal di Indonesia antara lain:
a. Desain Komunikasi Visual
Desain ini awalnya lebih dikenal dengan istilah desain grafis, yaitu kegiatan seni rupa yang menyusun unsur-unsur grafis pada sebuah benda pakai. Karena lingkupnya yang dirasakan terbatas, pada perkembangan selanjutnya seni grafis menjadi bagian dari kegiatan desain komunikasi visual, yaitu kegiatan perancangan pada media komunikasi baik media cetak sederhana seperti buku, poster atau majalah maupun media elektronik seperti televisi, neon sign dan sebagainya. Unsur-unsur grafis yang menjadi perhatian dalam desain komunikasi visual diantaranya tipografi (huruf), garis, logo, warna, ilustrasi dan foto.

Seni Grafis (Seni Rupa Murni)
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT4RVGgCnj7ZWVlHapHzMkSSN9aMJVU85f7hmrST_m9n1DHfr32mg contohSeni grafis karya Anre Tanamam
Seni grafis adalah cabang seni rupa yang tergolong ke dalam bentuk dua dimensi. Berbeda dengan seni lukis yang umumnya merupakan karya-karya tunggal, kekhasan dari karya grafis adalah sifatnya yang bisa direproduksi atau diperbanyak. Pada awalnya Seni grafis merupakan keterampilan untuk mencetak atau memperbanyak tulisan. Sesuai dengan proses pencetakannya karya seni grafis terbagi menjadi empat jenis:cetak tinggi, cetak dalam, cetak saring, dan cetak datar
a. Cetak tinggi
Prinsip cetak ini adalah bagian yang bertinta adalah bagian yang paling tinggi. Bagian ini bila diterakan atau dicetakkan, tinta atau gambar akan berpindah ke atas permukaan kertas. Berdasarkan bahan dan alat yang dipergunakan dalam cetak tinggi dikenal beberapa jenis cetakan seperti cukil kayu (wood cut), cukilan lino (lino cut), tera kayu (wood engraving) serta cukilan bahan lain seperti karet atau plastik.
b. Cetak dalam
Prinsip cetak dalam adalah hasil cetakan yang diperoleh dari celah garis bagian dalam dari plat klisenya bukan bagian tingginya seperti stempel atau cap. Teknik cetak ini merupakan kebalikan dari teknik cetak tinggi. Acuan cetak yang dipergunakan adalah lempengan tembaga atau seng yang ditoreh atau diberi kedalaman untuk tempat tinta. Kedalaman dibuat menggunakan alat penoreh yang tajam dan kuat dan atau menggunakan zat kimiawi. Beberapa jenis cetak yang termasuk cetak dalam: goresan langsung (drypoint), akuatin (aquatint), dan mezzotin (mezzotint engraving). Seorang penggrafis kadang-kadang memadukan berbagai teknik sekaligus dalam proses pembuatannya untuk memperoleh efek khusus yang diinginkannya.
c. Cetak saring
Cetak saring disebut juga serigrafi atau sablon. Sesuai dengan namanya prinsip cetak ini adalah mencetak gambar melalui saringan yang diberi batasan-batasan tertentu. Cetak saring dikenal luas di masyarakat melalui benda-benda yang sering dijumpai sehari hari seperti aplikasinya pada pembuatan kaos, spanduk, bendera, dsb.
d. Cetak datar
Proses cetak datar atau planografi adalah memanfaatkan perbedaan sifat minyak dan air serta acuan cetakan yang terbuat dari batu (litografi) atau seng. Tinta hanya terkumpul pada bagian cetakan yang sudah digambari dengan pinsil berlemak dan pemindahan gambar dilakukan dengan alat khusus. Teknik litografi inilah yang mengilhami prinsip dasar mesin cetak modern.

 Desain grafis mengacu pada artistik, inovatif, dan professional yang fokuskepada komunikasi visual, produksi, dan presentasi untuk audiens. Ada banyak teknik yang digunakan dalam desain grafis untuk mencampur kata-kata,  simbol, dan gambar dalam menyampaiakan pesan. Teknik tersebut adalah tipografi, manipulasi foto, dan desain vector.
Ø  Grafis Vector
vektor mobil 150x150 Contoh Desain GrafisContoh Vector Mobil
Grafis vektor berbeda dari bitmap, vektor dapat dirubah ukurannya tanpa kehilangan kualitas gambarnya dan mereka juga lebih sederhana dan lebih terfokus pada rincian penting daripada semua rincian grafis.
Sebuah desain vektor pada dasarnya adalah sebuah karya seni yang terdiri dari vektor berbasis perangkat seperti garis,kurva dan bentuk dasar.
Ø  Manipulasi Foto Desain
manipulasi foto mata 150x150 Contoh Desain GrafisContoh manipulasi foto (mata)
Manipulasi foto adalah metode desain grafis yang melibatkan fotografi, ilustrasi, dan seni digital untuk membentuk sepotong dimanipulasi seni. Memanipulasi foto kehidupan nyata memungkinkan seniman untuk menciptakan fantasi.
Saat ini, manipulasi foto digunakan dalam berbagai bidang seperti periklanan, hanya karena adanya kekuasaan untuk membiarkan pemirsa melihat dunia dari perspektif yang sama sekali berbeda. Dan sekali Anda telah membuat audiens Anda percaya pada dunia lain, Anda dapat membuat mereka percaya pada hal lain!

Ø  Desain tipografi
tipografi kayu 150x150 Contoh Desain GrafisContoh Tipografi kayu
Tipografi adalah praktek desain grafis yang melibatkan dan mengatur berbagai jenis teks untuk menghasilkan sebuahkarya seni yang unik.
Alasan itu telah menjadi teknik yang sangat populer adalah karena kemampuannya untuk fokus hanya pada isi seni tanpa ada gangguan. Desainer tipografi biasanya mencoba untuk menyampaikan ide atau pesan dalam seni mereka untuk menangkap minat audiens mereka.
Dalam posting ini, kami berikan Anda empat contoh dari teknik yang paling populer di dunia desain grafis.
Inilah contoh desain grafis nya

b. Desain Interior
Desain interior adalah kegiatan merancang sebuah ruangan selain sesuai dengan fungsinya juga menjadi indah dan nyaman. Benda-benda yang ada dalam ruangan tersebut dipilih dan ditata sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan, serasi dan harmonis. Yang menjadi perhatian dalam perancangan interior berdasarkan fungsinya, termasuk juga pemilihan warna dinding, hiasan-hiasan yang menempel di dinding, mebelair (kursi, meja, tempat tidur dsb.), lampu (pencahayaan), akustik (suara), lantai, langit-langit dan lain sebagainya.tata letak sebuah ruangan atau eksterior bangunan. Kegiatan perancangan ini dimaksudkan agar
a.       Seni Dekorasi (Seni Rupa Murni)
Seni dekorasi adalah cabang seni murni yang kegiatannya hias-menghias sebagai media berekspresi dan berkreasi . Seni dekorasi termasuk dalam kategori seni murni karena dalam kegiatan hias-menghias yang fungsinya hanya dapat dinikmati keindahan artistik dan estetisny. Seni dekorasi tidak terbatas dari satu media tetapi biasanya tergabung dari berbagai media, baik bantuan atau alami seperti menghias bunga
b.      Seni Terapan 2 Dimensi
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS9Fa8R8l1DS7tQu02KiuRM8_7hPJVPXnD-lS8FWurEuEElGV0ujAContoh Poster (Karya SR 2 dimensi)
Seni terapan 2 dimensi kebanyakan adalah media cetak yang mempunyai bentuk datar dan lebih berfungsi inovatif bagi masyarakat. Fungsi informative media cetak terbagi atas fungsi sosial dan komersial, contohnya adalah poster dan madding (majalah dinding) yang bermanfaat bagi masyarakat
Contoh Mading Poster (Karya SR 2 dimensi)


2.      Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Karya seni rupa tiga (3) dimensi atau trimatra adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang.
A. SENI PATUNG (Seni Rupa Murni )
a.       Seni Patung
http://mbyarts.files.wordpress.com/2010/12/garuda-wisnu.jpg?w=143&h=150 Garuda Wisnu karya Nyoman Nuarta
Seni patung adalah hasil karya 3 dimensi yang terbuat dari berbagai macam bahan, misalnya batu, kayu, semen, logam, dan bahan lainya yang dibuat dengan cara dipahat, dicor, dilas, dan dibutsir. Karya seni patung sudah ada sejak dulu. Patung yang dihasilkan berupa patung primitive yang dipergunakan sebagai kelengkapan upacara ritual sesuai dengan kepercayaan mereka. Membuat patung termasuk kegiatan membentuk yang menghasilkan karya 3 dimensi yang dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu memahatdan membutsir.

B. SENI KRIYA (Seni Rupa Terapan)
           
Contoh red‑bluechair by Gerritrietveld http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQgYVPKkUf077ne2khQMbLwKIPfe6Ta0oK4DMSXqBa9CCFmjAMxAg
Seni kriya adalah karya seni yang sangat unik dan memiliki karateristik di dalamnya terkandung muatan-muatn nilai estetik, simbolik, filosofis, dan juga fungsional. Oleh karena itu, dalam perwujudannya didukung oleh craftmenship yang tinggi, sehingga seni kriya termasuk arya-karya adiluhung.
Batasan umum seni kriya adalah salah satu bentuk produk seni rupa, baik fungsional maupun nonfungsional yang mengutamakan nila-nilai dekoratif dan kerja tangan dan menggali nilai-nilai tradisi yang bersifat unik. Dengan kata lain, seni kriya merupakan hasil ciptaan manusia yang memanfaatkan bahan bekas menjadi karya yang memiliki nilai estetis yang tinggi dengan memnfaatkan keterampilan tangan yang membuatnya.

C. SENI KERAMIK (Seni Rupa Murni)
Keramik merupakan istilah benda yang terbuat dari bahan tanah liat yang kemudian diolah melewati proses pembakaran dengan suhu tertentu sehingga mencapai kekerasan yang diinginkan. Jenis keramik terbagi atas earthenware, stoneware, dan porselen.
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS7pv_rhEteOArj9yTkY0vpj0mw5c2VDNdZWQBynjj4k91ErgqMrQ
Produknya pun bermacam-macam seperti produk gerabah, stoneware dan porselin, jenis produksinya antara lain peralatan makan dan minum, benda hias, barang tahan api, bata tahan api, alat-alat teknik, gips, email, dan keramik bahan
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRdb0J32PbMNCLZhWllk11rn5EUhOaPtel-AiQyowCWyw1xfRTr contoh baju keramik
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTEoT2enUviug1I34VxESnZMPU8uXJXMh_8-5zBulSXlqYH1D-Byg contoh patung keramik
http://rumahmainan.com/produk2/keramik_pengantin.jpg contoh patung keramik



D. SENI ARSITEKTUR (Seni Rupa Terapan)
http://4.bp.blogspot.com/_7vPNlQieRJc/TM1wz6dKzNI/AAAAAAAAAFs/QaU65g3X_Hg/s1600/rmh+hanoi.jpg
(Seni terapan : Rumah Hanoi Rumah Adat Provinsi Papua Barat )

Pada dasarnya seni bangunan merupakan bagian dari seni rupa, tetapi karena kekhususan yang dimilikinya seringkali seni bangunan dikelompokan tersendiri dalam seni arsitektur. Berdasarkan bentuk dan fungsinya seni bangunan seni bangunan dapat dikategorikan sebagai seni pakai. Indonesia memiliki warisan peninggalan karya seni bangunan yang sangat banyak jumlah dan macamnya dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap suku bangsa yang ada di Indonesia mengenal dan memiliki bangunan khas daerahnya masing-masing. Bentuk-bentuk bangunan tersebut dibuat berdasarkan ide atau gagasan yang bersumber dari kebudayaannya masing-masing. Struktur, denah, bahan dan teknik pada rumah-rumah-rumah adat tradisional dibangun berdasarkan aturan-aturan baku yang dipatuhi dan diwariskan secara turun temurun. Dalam perkembangannya, pengaruh kebudayaan yang datang dari Barat memperkenalkan bentuk-bentuk baru pada bangunan-bangunan yang sudah ada. Bentuk-bentuk baru tersebut dengan imajinasi dan kreativitas seniman (arsitektur) diolah dan digabungkan dengan bentuk-bentuk tradisional yang sudah ada sebelumnya menghasilkan bentuk-bentuk bangunan kontemporer.

E. SENI FURNITUR (Seni Rupa Terapan)
Furnitur merupakan kata serapan bahasa Inggris yang maknanya perlengkapan alat-alat rumah tangga yang memiliki ukuran besar, seperti kulkas, lemari, meja, kursi,dll. Furnitur dalam fungsinya lebih menekankan aspek guna dan diproduksi secara masal. Seni furniture harus menekankan aspek kenyamanan, keluwesan dalam penempatan.


F. SENI INSTALASI
Seni instalasi hampir mirip dengan seni patung. Dalam seni instalasi, penekanan yang terpenting adalah konsep penciptaan karya yang menjadi faktor utama. Biasanya, sseni instalasi mengandung pesan-pesan moral dalam menyampaiakan informasi atau pengalaman estetis dari seorang seniman. Seni instalasi merupakan bentuk perkembangan seni patung yang alirannya lebih kontemporer dengan penggunaan berbagai media



















































Contoh hasil karya menghias (janur)



3.3  SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA DI MANCANEGARA
                               I.            PERKEMBANGAN SENI RUPA KETIKA ZAMAN PRASEJARAH
Manusia pada zaman prasejarah mengalami 5 masa tahapan perkembangan Seni Rupa berdasarkan dari tingkat kebutuhannya. Tahap-tahap perkembangan ini mewarnai tahapan perkembangan zaman, sehingga para ahli sejarah menggolongkan 5 zaman yang dialami oleh manusia prasejarah. Lima tahapan perkembangan itu yaitu Zaman Batu Tua (Paleotilikum), Zaman Batu Tengah (Mesotilikum), Zaman Batu Muda (Neolitikum), Zaman Batu Besar (Megalitikum), dan Zaman Logam (Zaman Perunggu). Penggolongan zaman tersebut didasari atas jenis bahan karya seni rupa yang dihasilkan.

a)      Zaman Paleotilikum (Zaman Batu Tua)
Pada zaman Paleotilikum ini manusia baru mengalami kehidupan awal. Mereka hidup secara berpindah-pindah (nomanden). Mereka tinggal di gua-gua yang satu berpindah ke gua yang lainnya. Oleh sebab itu, seni rupa yang mereka ciptakan pada saat itu adalah benda-benda seperti batu kecil yang runcing secara alami, ranting, bambu, dan kayu yang belum diolah (diasah). Mereka pergunakan sebagai alat bantu mengambil umbi-umbian dan buah-buahan. Jadi pada saat itu seni rupa yang dihasilkan adalah peralatan sederhana yang belum diolah.


Contoh Lukisan Prasejarah Zaman Batu Tua
Tampak lukisannya kaku, tidak ekspresif, dan tidak mengesankan tiga dimensi (volume).


b)      Perkembangan Seni Rupa Pada Zaman Batu Pertengahan (Mesolitikum)
Pada masa itu diciptakan pula tombak dari batu dan dari tulang yang berfungsi untuk berburu binatang. Jadi masa berburu ini menghasilkan seni rupa baru yaitu tombak dengan kapak batu yang tetap diolah dengan diruncingkan dan diberi tangkai.
Upacara ritual penghormatan kepada roh-roh nenek moyang yang telah meninggal menghasilkan karya seni rupa yaitu lukisan dinding gua (cave painting), upacara ritual itu berkembang setelah tumbuhnya kepercayan pada roh-roh termasuk roh binatang. Percaya kepada roh binatang ini melahirkan karya seni rupa lukisan dengan tema perburuan.
Upacara ritual pemujaan terhadap roh-roh itu dilaksanakan dengan ritual melukis pada dinding gua dengan tema-tema kematian {death magic). Lukisan ini berbentuk
lukisan abstrak tanpa bentuk seperti benda yang ada di alam dunia, karena roh itu tidak dapat dilihat (abstrak) atau halus (roh halus), maka lukisan yang bertema roh dengan objek lukisan abstrak. Jadi lukisan tema perburuan ini berbentuk realis (persis sama dengan bentuk binatang yang diinginkan). Bila ingin berburu jenis binatang Bison, maka digambarkan bison itu dan ditombak.
Pada zaman batu pertengahan ini manusia memiliki perkembangan kebutuhan yang meningkat, yaitu kebutuhan rohani kepercayan dan kebutuhan magic, bukan sekedar kebutuhan makan saja, sehingga timbul selain seni rupa yang berupa peralatan sehari-hari, lahir pula seni lukis.
Kebutuhan bertambah yaitu pakaian, maka lahirlah seni rupa pakaian yang berupa kulit kayu dan kulit binatang sebagai penutup kemaluan, yang berkembang menjadi koteka.
Jadi pada Zaman Mesolitikum itu manusia sudah memiliki 4 kebutuhan yaitu papan (gua), pangan (umbi-umbian,buah-buahan dan daging, pakaian sederhana penutup aurat), dan terakhir kebutuhan rohani (kepercayaan) kepada roh-roh halus dan roh-roh binatang.
Jenis-jenis kebutuhan diatas melatar belakangi lahirnya jenis-jenis seni rupa, yaitu seni kria peralatan sehari-hari untuk mengambil dari berburu, kain pakaian sederhan terbuat dari kulit kayu atau binatang, serta lahirnya seni lukis gua atau (cave painting).

c)      Perkembangan Seni Rupa Pada Zaman Batu Muda (Neolitikum)
Supaya cepat dalam menombak binatang maka diperlukan tombak yang tajam, maka tombak yang pada awalnya kurang tajam diasah menjadi halus dan tajam.
Lahirlah seni rupa dengan bahan batu yang telah di perbaharui dengan cara diasah sampai runcing yang digunakn sebagai mata tombak, kapak, dan alat pisau pencukil. Seni lukis pada zaman batu muda ini mengalami perkembangan yang pesat. Mereka melukiskan binatang buruan lebih tampak ekspresif, realis dan dinamis. Binatang tampak sedang jalan, lari atau kesakitan terkena mata tombak dapat dilukiskan secara tepat. Tidak seperti pada Zaman Batu Pertengahan dan Batu Muda, lukisan belum ekspresif dan kaku. Dimensi volume pun dalam lukisan mulai tampak sehingga kesan tiga dimensi tercapai (kesan realis lebih menonjol). Lukisan benar-benar mirip dan hidup.


Contoh Lukisan Zaman Batu Muda
Tampak lebih realis, ekspresif, dan hidup (dinamis), berkesan volume (tiga dimensi menonjol).

d)     Perkembangan Seni Rupa Pada Zaman Batu Besar (Megalitikum)
Pada zaman batu besar ini ditandai dengan kebutuhan mereka dalam menggunakan bahan batu sebagai menhir (tugu batu), dolmen (makam batu), tahta batu, sarkofagus, dan patung, dalam ukiran batu yang besar, sehingga dikatakan sebagai zaman batu besar.
Bentuk tampat tinggal baru yaitu rumah, maka dibangunlah rumah-rumah sederhana, dalam bentuk rumah rakit, rumah pohon dan rumah panggung.
Seni rupa yang lahir pada masa tersebut adalah didasari atas kebutuhan kultur kesuburan, yaitu dengan dibuat patung yang ditanam ditengah-tengah kebun agar tanamannya subur. Patung-patung itu menggunakan bahan batu besar, maka disebut Zaman Batu Besar.
Patung kesuburan itu kebanyakan berwujud seorang wanita, sebab wanita dianggap sebagai pengembang keturunan. Lambang-lambang kesuburan yang dimiliki wanita adalah buah dada, pinggul, dan paha. Maka patung yang dibuat lebih menonjolkan bagian tersebut. Lihat contoh gambar patung kesuburan dibawah ini.


(Patung Dewi Kesuburan Venus Willendorf)
Sebagai jalan para roh kedunia maka mereka membuat tiruan pohon atau gunung dengan bahan batu (menhir), mka lahirlah bangunan menhir (tugu batu). Selain itu mereka juga mengadakan komunikasi dengan para roh, untuk dibuat jalan atau tempat, yaitu tahta batu, punden berundak yang dibuat dari batu disusun meninggi, maka lahirlah seni rupa tempat ibadah tersebut. Bangunan seni rupa jenis lain yaitu didasari tuntunan tempat bersemayam setelah mati atau makam, maka dibuatlah makam peti kubur batu.Baik itu menhir, patung, tahta batu, peti kubur batu, semua dibuat dengan bahan batu yang besar, maka zaman tersebut disebut zaman batu besar.
Selain seni yang menggunakan batu besar, lahir pula seni rupa kria tempat saji-sajian, tempat memasak, tempat makan dan minum, yang terbuat dari bahan tanah liat yang dicetak dan dibakar (tembikar).
Perkembangan seni lukis terjadi akibat majunya peralatan melukis, adanya batu yang diasah lebih tajam sehingga memudahkan membuat goresan pada dinding gua yang berkesan halus dan lincah (ritmis).
Teknik ini disebut " engrafing ". Kelebihan teknik engrafing garis-garis yang dibentuk tahan lama dan ritmis sehingga lukisannya tahan lama dan utuh hingga zaman sekarang.

e)      Perkembangan Seni Rupa Zaman Logam
Logam yang pertama adalah perunggu maka disebut pula zaman perunggu, contohnya senjata, piling, mangkok, perisai, topi, pakaian, dan perhiasan seperti gelang, kalung, keroncong dan benda perhiasan lainnya.
Pada zaman logam ini perkembangan seni lukis di gua mulai turun, sebab mereka tidak lagi menggunakan ritual perburuan karena mereka tidak butuh berburu.

II. PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN KLASIK
Perkembangan seni rupa zaman klasik didasari atas berkembangnya kebutuhan dan kepercayaan. Kepercayaan yang hidup pada zaman prasejarah berkembang pesat pada zaman klasik. Kepercayaan awal pemujaan terhadap arwah (roh nenek moyang) berkembang menjadi kepercayaan kepada para dewa.
Seni rupa pada zaman klasik ini di seluruh dunia hampir mengalaminya, di Yunani, Romawi, Mesir, India, Mesopotamia, dan Indonesia. Perbedaanya hanya terletak pada waktu.
Bisa diambil Seni Klasik di Mesir dengan didasari pada pemujaan terhadap dewa. Fir'aun sebagai raja yang dipercaya turunan dewa, maka setelah meninggal dipatungkan dalam wujud dewa. Pemujaan terhadap Fir'aun setelah mati bukan sekedar dipatungkan, tetapi juga dibuat mummi (mayat yang diawetkan). Mummi ini didasari atas kepercayaan bahwa manusia setelah mati rohnya akan bersemayam melindungi manusia yang hidup asalkan jasadnya diawetkan. Kebutuhan kepercayaan itulah maka dibuat mummi. Karya seni bentuk lain adalah piramid. Piramid adalah tempat makam Fir'aun. Piramid ini merupakan karya klasik dan monumental.
Tempat pemakaman para raja biasanya dibuatkan bangunan candi asal kata dari Candika (Dewa Kematian). Dinding bangunan candi dihias dengan relief yang berisi ajaran agama. Patung, relief dan candi yang dibangun untuk kebutuhan kepercayaan di Indonesia mencapai tahap klasik dan monumental seperti Candi Prambanan, Borobudur dan Penataran

III. PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN NASRANI

Lahimya agama kristen yang percaya terhadap Sang Kristus, maka melahirkan kebutuhan baru yaitu sarana beribadah yang berupa bangunan gereja. Gereja-gereja ini banyak dibangun di seluruh penjuru dunia terutama didunia barat (Eropa dan Amerika) banyak seni rupa bentuk bangunan gereja itu sangat kokoh dan agung. Sarana ibadah berupa patung Yesus Kristus, salah satu patung karya zaman Nasrani. Gereja-gereja selain kokoh dan monumental juga dihiasi dengan hiasan yang indah, yang memenuhi dinding dan langit-langit gereja, teknik lukisan kaca dan kaca patri lahir pada zaman Nasrani ini, selain teknik hias marmer berwarna dengan gaya naturalis yang menghiasi bangunan gereja.

IV. PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN ISLAM

Lahirnya agama Islam merubah serta memperkaya hasil-hasil seni rupa di dunia. Lahirnya bangunan masjid, menara masjid dan hiasan kaligrafi, sebagai hasil karya seni yang bernafaskan islam.
Kepercayaan agama Islam yang melarang perwujudan makhluk hidup secara realis dalam karya seni melahirkan corak dan gaya seni yang baru, yaitu corak dekoratif, stilasi, dan abstraksi dalam seni Islam. Bangunan mesjid hampir menyebar ke seluruh penjuru dunia baik di Timur Tengah, Eropa (Spanyol), dan negara-negara Asia.
Kemajuan seni lukis dan permadani, serta seni miniatur yang bergaya dekoratif berkembang pesat, motif-motif geometris, arabeska, motif awan, flora dan fauna yang di nilai sebagai sumbangan seni Islam yang hidup hingga sekarang. Seni miniatur yang menghiasi benda-benda peralatan sehari-hari. Kitab Al-Qur'an dan sarana ibadah berkembang pesat.

V. PERKEMBANGAN SENI RUPA PADA ZAMAN MODERN

Tingkat kebutuhan zaman modern ini semakin kompleks, sehingga karya seni rupa yang diciptakan pada zaman modern pun berkembang pesat dan kompleks, seiring berkembangnya tingkat kebutuhan.
Berkembangnya jenis-jenis kebutuhan, baik kebutuhan lahir dan batin dan kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan), maupun kebutuhan kepercayaan berkembang ke tingkat kebutuhan lainnya, seperti hiburan wisata, ekspresi kemewahan dan tingkat kebutuhan tinggi lainnya. Pesatnya tingkat kebutuhan berkembang maka seni rupa yang diciptakan bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan primer, tetapi seni rupa menjadi prestisius dan elit.
Seni berkembang menjadi 2 cabang utama, yaitu seni pakai dan seni murni. Seni pakai adalah jenis seni yang diciptakan untuk menghias atau memperindah benda-benda pakai mulai dari hiasan pada benda-benda pakai sehari-hari, peralatan makan dan minum, kendaraan, hiasan taman, hotel, istana, gedung-gedung, patung-patung hiasan jalan, pakaian serta senjata dan benda-benda pakai lainnya. Seni murni adalah seni rupa yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan ekspresi tanpa ada titipan kebutuhan lainnya seperti lukisan, kria, dan patung yang berfungsi sebagai ekspresi si seniman.
Perkembangan ilmu dan teknologi modern dan ditemukannya teknologi dan bahan baru seperti kertas, kanvas, kain, cat minyak dan berbagai jenis tinta dan pewarna, ikut mendorong pesat dan kayanya perkembangan seni rupa.
Kebutuhan di era informasi dan globalisasi ini, maka seni rupa sebagai ilustrasi dan media komunikasi dalam media cetak dan televisi, dan ilustrasi produk dan promosi, periklanan dalam dunia bisnis.
Tumbuhnya tingkat kebutuhan untuk prestisius, maka seni lukis murni, fotografi dan seni gratis serta seni patung merupakankebutuhan kemewahan.
Kebutuhan rumah dan tempat tinggal bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan primer semata tetapi menjadi kebutuhan kemewahan, sehingga lahir rumah-rumah penduduk kaum borjuis, pejabat negara dan birokrat yang sangat mewah, gedung- gedung bisnis, hotel dan mall menjamur di kota - kota besar sebagai karya seni rupa modern. Kebutuhan transportasi darat, laut, udara, dan informasi global melalui internet, serta menjamurnya media cetak, ikut memperkaya jenis-jenis seni rupa modern.

3.4     KEUNIKAN GAGASAN DAN TEKNIK KARYA SENI RUPA TERAPAN DAERAH SETEMPAT

1.    Gagasan (Ide) Karya seni rupa terapan
Gagasan (ide) berkarya seni rupa meliputi gagasan awal dan akhir. Seni rupa terapan daerah setempat memiliki keunikan yang menarik bagi setiap orang. Hasil karya cipta yang diwujudkan sebagai benda hias ini bersumber dari ide gagasan pembuat karya seni (perupa). Ada perupa yang tertarik melihat bahan (media) dengan bahan yang unik, kemudian bahan tersebut menjadi benda seni yang berbobot dengan bahan tersebut sederhana yang disebut gagasan akhir.

a.    Contoh benda seni terapan dengan ide akhir:
Akar pohon jati dapat dibentuk menjadi meja dengan bentuk unik. Kemudian menyesuaikan wujud akar tersebut
Bahan limbah atau yang tidak terpakai dapat diciptakan menjadi benda guna yang indah. Contoh: tas, bantalan kursi, dompet, kopas, ikat pinggang, keset, sapu, peralatan rumah tangga yang semuanya terbuat dari barang bekas (terbuang)
Di samping itu ada pula perupa yang dalam menciptakan benda seni, ide atau gagasan sudah ada lebih dahulu (ide datang lebih awal) baru dicari bahan (media) yang sesuai gagasan

b.      Contoh benda seni terapan denga ide awal
Benda seni terapan yang terbuat dari bahan kayu, seperti: bangunan rumah kayu, barang-barang ukiran berupa perabot rumah tangga, furniture, dasn benda kerajinan kayu yang lainya.
Benda seni terapan yang terbuat dari bahan bambu, antara lain keranjang, dinding, tas, hiasan dinding, tirai, anyaman, angklung, rak piring, kotak, topi, meja kursi bambu.
Benda seni terapan yang digunakan untuk alat kesenian.
Contoh: hiasan yang unik dan menarik dan kerajinan alat musik (instrumen) seperti: kolintang, angklung, rebana, gong, gambang, seruling, biola, kendang, dengan berbagai bentuk dan model.
Benda kerajinan yang digunakan untuk busana (pakaian)
Contoh: kerajinan tutup kepala (topi, kkopiyah, peci, blangkon, ikat kepala) dengan berbagai bahan, kerajianan sepatu dan sandal dari kulit, pakaian pengantin adat dengan aksesorisnya, kain sarung, kain songket, kerajinan kain tenun, kerajinan kain batik tulis dan cap.
2.    Teknik karya seni rupa terapan daerah setempat
Pengertian teknik adalah suatu cara yang digunakan untuk proses pembuatan karya seni rupa. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat sangat sederhana. Umumnya dikerjakan dengan tangan yang terampil. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat, antara lain:
c.       Teknik karya seni rupa terapan dua dimensi
Teknik yang digunakan membuat karya seni rupa terapan dua dimensi dapat berupa: teknik batik, setak, sulam, bordir, menempel, arsir, blok, tenun, dan anyam.

*      TEKNIK MEMBATIK
Teknik batik digunakan untuk membuat kerajinan kain batik
Seni batik.

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQR28iUws2Nb8556bpnBFB7whEqJq88NvzW4tVzsRT9lpmo0wLO Gb.Pembuatan batik di Tohpati

Kata “Batik” berasal dari bahasa Jawa, yaitu Amba yang berarti menulis dan titik. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yag dihasilkan oleh bahan malam (wax)yang diaplikasikan ke atas kain sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye) atau dalam bahasa Inggris wax-resist dyeing
  Batik tradisional dengan teknik menulis/menggambar pada kain dengan alat canting dan bahan malam yang dipanaskan. Selanjutnya diberi warna, dilorong (dibersihkan malamnya), dibilas (dicuci), dan dikeringkan dengan tanpa terkena panas matahari langsung.
-      
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSZ7mfb9pH_Q3gfDuRh9PRI2fo50ol3545Qj710qh_YUevkt32E4A
Batik modern menggunakan teknik caplak atau klise dan teknik printing (sablon)

*      TEKNIK MENGANYAM


http://2.bp.blogspot.com/_7vPNlQieRJc/TM1mtXczexI/AAAAAAAAAEA/axjetzZIFoo/s1600/aseupan.jpg
(Anyaman aseupan)

Anyaman adalah seni kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengangkat dan menumpangtindihkan atau menyilang-nyilangkan bahan sehingga menjadi suatu karya anyaman .
-       Bahan anyaman dapat berupa:
-          Daun pandan
-          Daun lontar
-          Menong
-          Bambu
-          Plastik, pita jepang, kertas yang diiris-iris.
http://1.bp.blogspot.com/_7vPNlQieRJc/TM1mxREtCUI/AAAAAAAAAEE/xQ1JZSVJLzs/s1600/index.jpg
(Anyaman sandal)   

-       Macam corak anyaman antara lain:
-          Anyaman lilit
-          Anyaman bintang
-          Anyaman bilik atau anyaman kepang
-          Anyaman sasak

d.      Teknik karya seni rupa terapan tiga dimensi
Teknik yang digunakan dapat berbagai macam tergantung media (bahan) yang digunakan, antara lain dengan teknik :
-            Plester atau dengan kerangka
-            Sambung atau menempel
-            Cetak
-            Pahat
-            Membentuk (modeling)
-            Butsir, dan
-            Merakit/membangun

*      TEKNIK MEMBUTSIR

Teknik butsir, hanya menggunakan alat telapak tangan dan alat lain (kayu, kawat) sederhana. Bahan yang digunakan lunak, elastis, lentur antara lain tanah liat, plastisin


3.5     KEUNIKAN GAGASAN DAN TEKNIK DALAM KARYA       SENI          RUPA MODERN/KONTEMPORER

Gagasan atau ide merupakan kegiatan awal seseorang untuk menciptakan suatu karya. Dengan idea tau gagasan yang cemerlang, akan menghasilkan karya seni yang berkualitas, terutama seni rupa modern atau kontemporer.
Seni rupa modern/kontemporer lahir dan dilatarbelakangi oleh
1.  Perkembangan Kebebasan Pribadi
2.  Perkembangan Ilmu Pengetahuan
3. Perkembangan Apresiasi
4. Perkembangan Industri dan Teknologi
5. Reaksi terhadap Kemapanan






*      EKNIK MEMBENTUK (modeling)
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSkAVvGJIpIXuXPqdlgqSHG7swg9ZKdgP4klZCRMX3t2RG25mr1
Gb. Keramik Anjing
(contoh karya menggunakan teknik pembentukan)

Tembikar banyak dipakai untuk mewakili peralatan bentuk lainnya, seperti keramik, gerabah, periuk-belanga, dan porselin. Tembikar dibuat dengan membentuk tanah liat menjadi suatu objek  dan kemudian memanaskannya dalam temperatur tinggi demi mempermanenkan bentuk bentukan tersebut sekaligus meningkatkan kekuatan dan kekerasan tembikar
http://3.bp.blogspot.com/_a2hCS_xcKCc/Sv0Dk0mQoiI/AAAAAAAAAEM/fzraSjKlwrQ/S700/u.jpg
Gb.Putaran Miring di Pager Jurang
 
*      TEKNIK PAHAT ATAU UKIR
http://mbyarts.files.wordpress.com/2010/12/myron.jpg?w=122&h=157
Gb.Discus Thrower karya Myron (Yunani Kuno)
Teknik Pahat atau ukir yaitu cara pembuatannya dengan menggunakan alat pahat (tatah) atau ukir dengan martil. Bahan (media) yang digunakan adalah bahan keras seperti batu , cadas, kayu, gips, tanah liat kering.
Contoh pembutan kerajinan patung dan ukiran atau relief, kerajinan seni ukir terutama ukiran kayu dengan menggunakan teknik pahat. Alat yang digunakan seperangkat pahat atau tatah ukir dengan berbagai ukuran. Ada yang dibuat sket pola lebih rinci (detail), setelah selesai dihaluskan (diamplas).

*      TEKNIK MERAKIT DAN MEMBANGUN
Merakit dan membangun yaitu kegiatan yang mencakup aktivitas menyusun berbagai komponen untuk dijadikan benda trimatra (tiga dimensi).
Contoh: membuat maket, replika, membuat mobil-mobilan, membuat akuarium, membuat kalung, membuat diorama, membuat benda berongga (kubus, kerucut, piramida, tabung), membuat wayang rumput, membuat boneka, media yang digunakan antara lain : tempat dan batang korek api dan bahan dari alam sekitar, benda-benda bekas, kardus, karton, sedotan, kertas, kayu, kawat, tali, dan rumput. Alatnya: pisau, gunting, cutter, spidol, lem, benang tali, kawat, paku, dan kuas.

3.5    WARNA
Salah satu sunsur seni rupa terpenting adalah warna. Pada dasarnya, rung lingkup seni rupa didasarkan pada unsur penglihatan, sehingga warna sangat berperan dalam menciptakan kesan dan artistik dalam penggunaannya. dalam proses penciptaan seni rupa, warna mewakili perasaan dari penciptaan produk, baik secara kualitas maupun secara kuantitas.
Biasanya, warna memberikan potensi karakter atau kesan  terhadap seseorang, berikut ini adalah contoh kesan warna
@ Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).
@ Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesucian.
@ Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.
@ Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).
@ Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.
@ Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, di samping itu memiliki sifat tantangan.
@ Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.
Sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
E Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
E  Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
E Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.

Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.
Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar